Rabu, 18 November 2015

Masjid Gampong Alue Deah Teungeh Kecamatan Meuraxa

Sumber Artikel: Masjid Lovers

Gak kerasa udah hari Jum’at aja. Biasa! kalau udah hari Jum’at begini semangat saya jadi nambah. Nambah kenapa? Karena saya akan kembali berpetualang menyalurkan hoby keren saya yaitu SAFARI SHALAT JUM’AT. Safari Shalat Jumat ini sendiri adalah istilah yang saya kasih untuk menggambarkan kebiasaan saya dan beberapa orang kawan yang hoby melaksanakan Shalat Jum’at di Masjid berbeda-beda. 

Sekedar ngingatin aja nih Jum’at lalu saya Shalat Jumat di Masjid Teungku Di Anjond Gampong Peulanggahan. 2 minggu sebelumnya saya shalat Jum’at di Masjid Syeikh Abdurrauf Gampong BlangOi, pernah juga saya shalat Jum’at di Masjid Baiturrahmah Gampong Keuramat. Pokoknya udah banyak. Pengenya sih, suatu saat semua Masjid dan Mushalla yang ada di Kota Banda Aceh ini setidaknya pernah saya kunjungi minimal sekali dalam seumur hidup. Tolong aminkan rame-rame…

Rame-Rame ke Masjid Ayoudhya
Sejak dikantin sekitar jam 11.00 siang TM udah nanya-nanya Masjid mana yang akan kami kunjungi untuk shalat Jum’at hari itu. Sebenarnya saya udah sebutin sebuah Masjid di sekitar lampu merah arah Mata Ie tapi kata si Fahmi Masjid itu masih dalam proses pembangunan, kurang nyaman katanya kalau harus shalat jum’at disitu.

TM juga mengutarakan keinginannya pengen shalat Jum’at di salah satu Masjid dipelosok Mata Ie sana, Masjid yang TM maksud air wuduhknya langsung bersumber dari mata air gunung lho. Wow, jadi pengen kesitu. Fahmi ikut membenarkan apa yang TM ceritakan. Tapi karena jam udah nunjukin pukul 11.30 WIB kami sepakat kayaknya gak mungkin lagi shalat Jum’at ke Mata Ie, jauh.
Satpol PP WH Kota Banda Aceh
Mau Shalat Jum'at dimana Hari ini?
Ditengah ketidak pastian, dikusi dengan topik “Shalat Jum’at dimana hari ini?” ternyata terus berlanjut hingga kekantor. Bahkan diskusi sudah melibatkan orang keempat yaitu Bang Satria. Sama seperti saat dikantin masing-masing diantara kami nyebutin Masjid-masjid yang udah pernah kami kunjungi.

Setelah saya, TM dan Fahmi sebutin Masjid andalan kami masing-masing dan ternyata diantara kami belum ada yang sepaham. Kini tiba giliran Bang Satria untuk kasih saran. Bang Satria merekomendasikan agar kami melaksanakan Shalat Jum’at di Masjid Ayoudhya Gampong Alue Deah Teungeh Kecamatan Meuraxa. Spontan, semua menerima saran pemilik akun facebook “ajie rx” ini. Jujur, shalat Jum’at hari itu adalah yang pertama bagi saya di Masjid Ayoudhya ini, dan saya yakin akan sering-sering ke Masjid tersebut, karena udah jatuh cinta.

Kenapa Ayoudhya?
Taukah kamu, Masjid ini dulunya bernama Masjid Al-Hidayah (tapi bukan Masjid Al-Hidayah Gampong Lampulo ya). Saat tsunami melanda Aceh tahun 2004 lalu Masjid Al-Hidayah ini ikut jadi “korban”. Tapi waktu itu lokasi Masjid Al-Hidayah ini bukan ditempat yang sekarang.
Masjid Ayoudiah Tampak Depan
Masjid Ayoudiah Tampak Depan
Beberapa tahun setelah tsunami Masjid ini mulai dibangun kembali diatas sebidang tanah yang diwakafkan oleh Bapak Bahtiar Cholid. Pembangunan Masjid ini ikut didanani oleh BRR, dan dana swadaya masyarakat sementara sisanya bersumber dari sedekah Bapak Bachtiar Cholid. Memang luar biasa orang-orang seperti Pak Bahtiar Cholid ini. Sedangkan nama Ayoudhya adalah nama anak kandungnya Bapak Ayoudhya.

Jadilah Jum’at itu saya, TM, Fahmi dan Bang Satria bareng-bareng ke Masjid yang dihalaman depannya ada pohon kurma minus buah ini. Karena gak pernah kedaerah ini sebelumnya terpaksa sejak dari kantor saya ngekorin bang Satria biar gak nyasar ke Malaysia.

Setelah saya amati, pahami dan resapi betul-betul jalan menuju ke MasjidAyoudhya ini akhirnya saya berkesimpulan menemukan Masjid ini mudah sekali, semudah menemukan Giant ditengah kerumunan Nobita. Hehe

Masjid ini terletak di Jalan Rama Setia Gampong Alue Deah Teungeh, Kecamatan Mueraxa Kota Banda Aceh. Saya berani jamin kalau kamu udah dapat jalan Rama Setia pasti kamu akan temukan Masjid ini juga. Apalagi sebuah gapura gede bertuliskan “MasjidAyoudhya” berdiri kokoh disamping jalan yang siap “mangil-mangil” kamu.
Gampong Alue Deah Teungeh
Ruang Shalat Masjid Ayoudhya
Masjid Imut Nyaris Perfect
MasjidAyoudhya ini gak gede man kapasitasnya cuman 250 orang. Terus halaman samping kiri dan kanan serta belakangnya sempit, beruntung disebelah kanan arah jalan Rama Setia terdapat sebidang tanah kosong yang bisa dipakai untuk parkir kenderaan. Sangking sempitnya halaman Masjid ini bangunan Masjid bagian belakang nyaris bersentuhan dengan pagar.

Dibagian belakang dan samping kiri Masjid ini langsung berbatasan dengan lorong-lorong menuju rumah warga. Masjid ini nyaman abiess. Yang membuat saya nyaman dan betah berlama-lama di Masjid adalah pohon-pohon rindang yang tumbuh mengelilingi Masjid, menjadikan siapapun yang berada didalam Masjid terasa sejuk dan Ruang shalat Masjid tidak mudah terpapar debu berkat pepohonan yang saya sebutin tadi.
Kecamatan Meuraxa
Pepohonan rindang mengelilingi Masjid
Saya gak tau Masjid ini didesan menggunakan konsep apa, tapi yang jelas desainnya top banget. 3 kata untuk menggambarkan desain Masjid ini 1. Anti Maintream, 2. Mewah dan 3. Futuristik.

Kesan anti Mainstreamnya terlihat jelas lewat bentuk jendela dan langit-langit Masjid. Sangking anti mainsteamnya Fahmi sampek nanya “itu kenapa plafonya dibuat kek gitu sih?” karena saya gak ngerti saya memilh diam dan berzikir kepada Allah. Hi hi hi

Tempat Wudhuk dan Kamar Mandi
Tempat wudhuk dan kamar Masjid ini sebenarnya bersih tapi ada beberapa bagian yang udah agak berlumut dan kecoklat-coklatan, mungkin khadam Masjidnya buru-buru jadi gak sempat beresin. Kran untuk tempat wudhuk cowok langsung bersebelehan dengan tempat BAK dan BAB.
Kecamatan Meuraxa
Bang Satria lagi wudhuk.Itu yang pakek kemeja putih
Shalat Jum’at 
Dari total 10 shaf yang ada di Masjid ini, Jum’at kemarin hanya 9 shaf saja yang terisi. Shaf terakhir didominasi oleh jamaah anak-anak. Di Masjid ini adzan dilakukan 2 kali sama seperti di Masjid Raya Baiturrahman. Dan yang bertindak selaku khatib sekaligus mengimami Shalat Jum’at waktu itu adalah DR. Tgk. Abiza, Lc. MA, dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry.

Oke, sampai disini saja postingan Jum’at ini, kita ketemu peken depan. Jangan lupa tinggalin jejaknya ya dikolom komentar. Terimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar